5 Fakta Ini Menunjukkan, Ternyata Kurang Piknik Bisa Membahayakan Keluarga Lho!

5 Fakta Ini Menunjukkan, Ternyata Kurang Piknik Bisa Membahayakan Keluarga Lho!

Mungkin tidak akan ada seorangpun yang tidak bahagia ketika libur. Libur kerja, libur sekolah, libur kuliah, atau libur apapun, dapat menjadi sarana melepaskan segala beban berat hidup sehari-hari. Namun, liburan takkan terasa lengkap jika tidak dilakukan bareng keluarga. Bukan rahasia lagi kalau di Indonesia liburan bersama keluarga menjadi salah satu kegiatan paling dinantikan.

Hal ini dibuktikan oleh survei yang diakukan sebuah perusahaan penyewaan akomodasi liburan, HomeAway. Mereka mencatat jumlah orang Indonesia yang ingin lebih sering bepergian bersama keluarga lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangga. Dari survei tersebut ditemukan sebanyak 94% orang Indonesia berharap dapat lebih sering bepergian dengan keluarga mereka dibandingkan yang tidak.

Namun walau mayoritas menginginkan liburan bersama keluarga, cukup banyak yang malah tidak melakukannya. Alasan sibuk, lembur, rapat, dan berbagai kesibukan lainnya membuat sebuah keluarga menjadi sulit menemukan waktu yang tepat untuk liburan bersama. Sebagian malah berakhir dengan tidur seharian di rumah, beristirahat memanfaatkan liburan.

Padahal istilah “kurang piknik” alias jarang liburan bareng juga bisa menyebabkan hubungan keluarga renggang dan gak harmonis lho. Nah, berikut ini ulasan fakta penting lainnya kenapa jarang piknik bareng keluarga bisa menyebabkan kerenggangan dan hubungan kurang bahagia.

1. Terlalu stres dan tegang pikiran

Sebagian besar keluarga menghabiskan hari-hari mereka dengan rutinitasnya, baik di tempat kerja, sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, atau tugas rumah tangga.

Kesibukan dalam karier maupun rutinitas lainnya secara tidak langsung sedikit menjauhkan fokus untuk memikirkan keluarga. Di sisi lain efek dari rutinitas yang monoton dapat meningkatkan stres dan ketegangan pikiran. Tidak jarang mereka yang sedang mengalami masalah di tempat kerja atau sekolah akan melampiaskan kekesalan pada keluarga.

Nah, liburan bersama adalah waktu yang paling pas untuk rehat sejenak dari rutinitas harian maupun menyegarkan hubungan antar anggota keluarga yang mungkin selama ini terlalu tegang. Dengan adanya waktu berlibur, hal-hal yang menegangkan bisa terkikis dengan kisah-kisah menyenangkan selama liburan.

Bila liburan tidak diisi dengan acara bareng keluarga, stres dan ketegangan tidak mendapatkan penyegaran. Akibatnya masing-masing anggota keluarga bisa melampiaskan kestresannya di rumah. Dan ini dapat membahayakan hubungan dalam keluarga.

2. Anak tidak mendapat role model dalam hal problem solving

Adanya kerjasama antar anggota keluarga saat liburan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan keharmonisan keluarga. Sayangnya, terkadang rencana liburan nggak sesuai harapan dan menemui kendala. Seperti misalnya ketika rencana liburan keliling kota ternyata terhambat karena mobil sewaan bermasalah padahal anggota keluarga yang lain tetap ingin bisa jalan-jalan.

Batalnya rencana piknik keluarga bisa malah membuat anak mendapatkan role model yang salah dalam hal problem solving. Mereka bisa jadi melihat bahwa orangtuanya tidak dapat memecahkan masalah dan lebih memilih solusi sederhana, membatalkan piknik.

Akibatnya, anak dapat menjadi peragu dan sulit menyelesaikan masalahnya sendiri di masa datang. Bahkan bisa jadi akan sering berdebat dengan orangtuanya karena menganggap orangtua bukanlah sosok problem solver.

3. Anak tidak belajar pengalaman baru

Liburan mengajak kita mengeksplore budaya, orang, dan tempat baru. Setiap satu kali perjalanan traveling, kamu belajar menjadi lebih mandiri dalam menghadapi persoalan-persoalan yang akan kamu temukan sepanjang perjalanan. Misalnya masalah penginapan, rute, transportasi, dan hal-hal lain yang membutuhkan keputusan tepat dari diri kamu sendiri. Dari sini, kamu akan semakin terpacu untuk mengeksplorasi hal baru yang ingin kamu pelajari dan keluar dari zona nyaman.

Nah, membawa anggota keluarga liburan bersama juga memberi mereka pengalaman baru yang dapat membentuk kembali bagaimana memandang dunia. Mereka dapat melihat orang yang berbeda, mengagumi lingkungan alam baru, mencoba makanan baru dan bahkan akan terpapar bahasa baru. Selain itu, anak-anak dapat mengalami langsung hal-hal yang mungkin selama ini hanya mereka pelajari di sekolah atau di rumah.

Anak yang kurang piknik dapat berakibat mereka kurang mengenal dunia lain selain lingkungan sekitar rumah atau keluarganya. Pada titik ekstrem, anak bahkan bisa menjadi takut terhadap hal-hal baru. Menganggap orang yang berbeda warna kulit, bahasa, adat istiadat adalah aneh atau bahkan menakutkan. Pikiran jadi kurang terbuka terhadap perbedaan dan cenderung memaksakan kehendak kepada orang lain.

flickr.com

4. Hubungan keluarga menjadi renggang

Saat piknik bersama, anggota keluarga adalah sebuah tim. Sepanjang perjalanan dan selama liburan, setiap anggota keluarga akan berperan dan berkontribusi untuk melancarkan kegiatan piknik yang sudah lama dinanti. Membahas tujuan bersama, makan bersama, susah senang dirasakan bersama.

Selain dapat lebih mengenal cara berpikir satu sama lain, kamu dan anak-anak akan mendapat pengalaman dan pengetahuan baru bersama. Nah, momen liburan bersama ini dimungkinkan untuk keluarga saling berkomunikasi dengan gembira dan pikiran yang segar sehingga dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan lebih erat lagi.

Bayangkan bila liburan tanpa kegiatan bersama atau piknik keluarga, kehangatan dan kebersamaan yang dapat terjalin dalam perjalanan liburan akan sulit didapat bila hanya di rumah. Apalagi bila kemudian anggota keluarga hanya menghabiskan waktu liburan dengan gadget masing-masing. Hubungan semakin renggang bisa terjadi.

5. Keluarga hanya memiliki sedikit kenangan indah

Setiap detik bersama keluarga tercinta memang menghadirkan perasaan tentram. Setiap orang pasti setuju dengan pernyataan “uang bisa dicari kapan saja, namun memori saat-saat bersama keluarga tidak didapatkan kapan saja.” Karena itu, jangan segan untuk menganggarkan pengeluaran untuk piknik bersama keluarga.

Memori tersebut akan melekat dalam waktu yang lama dan tak dapat tergantikan. Jika biasanya keluarga hanya bisa berkumpul saat malam atau pagi hari saja, tidak dengan saat liburan. Saat berlibur, keluarga akan bertemu hampir selama 24 jam. Akan lebih banyak waktu bersama yang dihabiskan, akan banyak momen menyenangkan yang terlewati. Bertahun-tahun kemudian, kamu dan keluarga akan mengingat betapa berharganya waktu yang telah terlewati dan momen manis yang ada saat liburan tersebut.

Lalu bila keluarga jarang sekali piknik, liburan hanya dihabiskan di rumah, memori seperti apa yang akan tercipta? Apalagi bila yang sering terjadi adalah ribut karena melampiaskan kekesalan akibat stres di luar rumah, malah akan meninggalkan kenangan buruk buat anak-anak, bahkan seluruh anggota keluarga.

Nah, setelah mengetahui fakta-fakta penting di atas, masihkah mau menunda piknik bareng keluarga? Yuk ajak keluargamu jalan-jalan segera! (BGR)

Leave a Comment