Panduan Berobat Bagi Muslimah, Agar Terhindar dari Pelecehan Seksual

Panduan Berobat Bagi Muslimah, Agar Terhindar dari Pelecehan Seksual

Video pasien perempuan yang menangis penuh emosi karena mengalami pelecehan seksual oleh seorang perawat laki-laki menjadi viral di media sosial. Pelecehan tersebut diduga terjadi di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya.

Dalam video yang dimuat di akun IG korban tersebut, tampak seorang pasien yang sedang duduk sambil menangis, menuntut pengakuan seorang perawat laki-laki dengan didampingi keluarganya.

Tidak dijelaskan dalam video berdurasi 52 detik itu, penyakit apa yang diderita si pasien sehingga harus dirawat dan dibius di rumah sakit tersebut.

Perawat laki-laki tersebut mengakui bahwa tindakan itu dilakukannya saat pasien tidak sadarkan diri karena dibius. Pengakuan si perawat dalam video itu disaksikan oleh rekan-rekan perawat lainnya.

Video yang viral dalam hitungan jam tersebut, menyulut emosi warganet, terutama kaum hawa. Banyak yang menuntut agar pelaku diproses hukum, tidak cukup hanya dimaafkan atau diberi sanksi oleh rumah sakit.

ngopibareng.id

Kondisi pasien yang tidak berdaya, kadang dapat memancing pelaku untuk berbuat kejahatan. Karena itu Islam memberikan panduan bagi kaum muslimah, untuk menjaga diri dari perilaku oknum tenaga kesehatan yang punya niat buruk.

Menurut Ustadz Farid Nu’man Hasan, pengasuh rubrik konsultasi Dakwatuna, dalam berobat sebaiknya seorang muslimah sebisa mungkin ditangani oleh dokter dan perawat perempuan.

Ini sesuai dengan hadits:

“Dari ‘Abdir-Rahman bin Abi Sa`id al-Khudri, dari ayahnya, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah seorang lelaki melihat kepada aurat lelaki (yang lain), dan janganlah seorang wanita melihat kepada aurat wanita (yang lain)”. (HR Muslim)

Bila sesama jenis saja dilarang untuk saling melihat aurat, apalagi kepada lawan jenis. Allah pun melarang keras seorang muslimah menampakkan aurat kepada selain mahram dan suaminya, dalam surat An Nur 30 – 31.

Jadi seorang muslimah harus berusaha bersungguh-sungguh untuk mencari dokter perempuan terlebih dahulu. Namun bila keadaan darurat dan terpaksa, Islam tetap membolehkan berobat ke tenaga kesehatan laki-laki, dengan cara yang diperbolehkan.

Kaidah ini berdasarkan firman Allah dalam surat An Nisa ayat 28:

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”

Jadi jika keadaan sulit, sempit dan payah dalam berobat mencari yang “seharusnya”, maka tidak mengapa berobat dengan dokter yang ada, walau dia lawan jenis. Sebab, jika tidak demikian maka itu akan membuat seseorang jatuh dalam kerusakan (karena penyakit) yang lebih besar dan itu justru terlarang.

Hanya saja ada beberapa panduan yang harus dijaga dalam berobat kepada lawan jenis, yaitu:

1. Hendaknya memakai pakaian yang menutup aurat
2. Jika hendak membuka bagian tubuh yang sakit dan itu adalah bagian dari aurat, maka bukalah sesuai kebutuhan pemeriksaan saja, jangan lebih dari itu
3. Jika memungkinkan, dokter atau tenaga kesehatannya menggunakan sarung tangan
4. Hendaknya selalu ditemani oleh orang lain, baik mahramnya atau keluarga yang terpercaya

Dengan demikian, semoga kaum perempuan terutama muslimah, dapat terhindar dari mengalami pelecehan seksual oleh oknum tenaga kesehatan. (DFN)

Leave a Comment