Beginilah 7 Keresahan Para Suami Bila Mendengar Istrinya Bilang “Terserah”

Beginilah 7 Keresahan Para Suami Bila Mendengar Istrinya Bilang “Terserah”

Bila seorang istri berkata pada suaminya, “terserah”, seraya memasang muka setengah jutek. Lihat apa reaksi suaminya? Ya jelas dia kelimpungan membedah makna kata paling krusial di dunia tersebut. Bagi para pria kata terserah dari seorang wanita bisa bermakna banyak, karena kaum wanita biasanya menggunakan kata itu bersama kekesalan. Pria yang terkena “terserah” harus benar-benar membaca tentang apa yang sebenarnya wanita inginkan di balik kata terserahnya ini.

Tak jarang para pria berpikiran kalau kaum wanita sengaja memakai kata terserah untuk membuat dirinya berpikir keras. Di lain hal wanita suka mengungkapkan kata terserah untuk menguji sensitifitas suaminya, sejauh mana seorang suami peka terhadap keinginan istrinya berbanding lurus dengan sejauh mana suami menelisik arti kata “terserah” dari istrinya tersebut. Salah-salah bisa kena omelan, walaupun suami tak salah juga melakukan “terserah” seperti yang dikatakan istrinya. Tapi ujung-ujungnya salah juga, akibatnya para pria pun jadi resah tiap kali kata “terserah” keluar dari bibir manis pasangannya.

takprosto.cc

1. Jelas suami merasa bingung karena makna “terserah” dari istrinya punya banyak tafsiran. Bukan kah itu Jebakan?!

Suami berpikir bahwa “terserah” yang diucapkan istrinya memiliki banyak tafsiran. Sebab sedikit saja salah mengartikannya bisa berarti bencana. Kadang suami juga harus pasrah, berdoa kepada Yang Kuasa agar dijauhkan dari omelan serta kemarahan istri.

2. Sebenarnya suami tahu mesti berbuat apa, tapi lagi-lagi dengan kata “terserah” malah bikin ragu dirinya

Keresahan itu muncul ketika istri dengan entengnya menjawab semua pertanyaan suami dengan kata “terserah”. Padahal sebelum bertanya, sebenarnya suami sudah ada niatan untuk melakukan tindakan yang dipikirnya akan disetujui istrinya. Tetapi setelah mendengar kata “terserah”, niatan itu hanya tinggal niatan dan berubah jadi keraguan.

3. Tiap kata “terserah” itu keluar, suami segera mempersiapkan diri untuk terkena omelan

Saking seringnya mendengar kata “terserah” dari istri dan diiringi dengan muka kesal membuat suami jadi terbiasa. Makanya jangan heran kalau saat setelah suami mendengar kata “terserah” dia terlihat seperti sedang berpikir. Sebenarnya, suami sedang mempersiapkan diri untuk menerima omelan.

4. Sampai akhirnya suami menyimpulkan bahwa “terserah” tak sepenuhnya berarti terserah

Fenomena kata terserah tak cuma dialami beberapa pria, bahkan mungkin semua pria di muka bumi ini sudah pernah mengalami hal pahit ini. Sampai pada akhirnya karena terlalu sering menemukan fenomena serupa di setiap pria, kata terserah dari istri berarti “nggak ada yang terserah”. Semua balik lagi, suami selalu salah. Selalu!

5. Suami sebenarnya cuma ingin istrinya jujur saja, tak perlu kata “terserah” yang ujung-ujungnya malah salah

Suami sebenarnya simpel dan tak mau diberi ujian kepekaan lagi oleh istri. Karena suami sendiri tak terlalu suka menguji kepekaan istri. Tinggal ngomong maunya apa pasti suami akan kabulkan, tapi namanya wanita kalau tak ada teka-tekinya merasa kurang seru. Ini keterlaluan sih!

vid.alarabiya.net

6. Takut salah suami pun menanyakan keinginan istrinya. Tapi kalau dijawab “terserah” yang ada justru tambah takut lagi dianya

Bukan hanya keresahan atau keraguan saja kadang kata “terserah” begitu menakutkan bagi para suami. Bukan hanya istrinya bakal marah dan bentak-bentak, tapi kalau tiap kali suami gagal meresapi arti kata “terserah” dia takut kalau sang istri kehilangan kepercayaan kepadanya.

7. Suami sebenarnya ingin meluapkan amarah dengan keadaan seperti ini, tapi jelas istri tak mau disalahkan

Para pria tak pernah benar, menurut wanita, tapi para suami juga mengakui mereka sering melakukan banyak kesalahan. Soal kata “terserah” ini sebenarnya suami juga ingin melawan, tak mau terus mengalah dan disalahkan. Niat hanya sekadar niat, pada akhirnya suami juga cuma bisa menahan amarah sembari mengutuki diri sendiri.

Harusnya para istri mulai mengerti bahwa kata “terserah” tak akan berhasil membuat suami menyadari ketidak-pekaannya mereka. Daripada malah bikin masalah baru, baiknya jangan keseringan pakai kata terserah. Kalaupun kata terserah terpaksa dikeluarkan oleh seorang istri, jangan melulu untuk membuat suami dalam posisi bersalah.
Wahai para istri, cobalah mengerti bahwa para suami sudah terlalu payah setiap hari salah dan disalahkan. Terserah kalian mau bagaimana membina hubungan yang baik. Toh kalau sudah merasa dewasa, pasti dengan sendirinya pintar membina hubungan. Ya, pokoknya terserah kalian deh… (GF)

Leave a Comment